Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) IAIN Manado bersama Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Manado turut ambil bagian dalam kegiatan Gerakan Tanam Pohon untuk Lingkungan yang dilaksanakan bersama Yayasan Batu Karang, Kepala Desa Rumbia, dan masyarakat setempat. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dan sponsorship dari Pupuk Kalimantan Timur dan Pupuk Indonesia sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung di wilayah pesisir Desa Rumbia ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, relawan, mahasiswa, tokoh pendidikan, serta aparat desa dalam upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penghijauan lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program Kementerian Agama Republik Indonesia dalam penguatan ekoteologi, yaitu upaya membangun kesadaran keagamaan yang selaras dengan tanggung jawab menjaga dan merawat lingkungan sebagai amanah bersama.

Ketua Prodi PGMI IAIN Manado, Ilham Syah, M.Pd., dan Ketua Prodi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Manado, Sangputri Sidik, M.Pd., hadir langsung dalam kegiatan tersebut serta memberikan dukungan penuh terhadap gerakan penghijauan yang bertujuan menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat kesadaran sosial masyarakat.

Dalam keterangannya, Ilham Syah menyampaikan bahwa aksi menanam pohon merupakan langkah sederhana namun memiliki dampak besar bagi masa depan lingkungan dan generasi mendatang, sekaligus sejalan dengan semangat ekoteologi yang saat ini menjadi perhatian Kementerian Agama.

“Menanam pohon bukan hanya kegiatan simbolis, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab bersama terhadap bumi yang kita tempati. Pendidikan lingkungan harus dimulai dari aksi nyata agar masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki kesadaran untuk menjaga alam. Ini juga menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai keagamaan dalam merawat ciptaan Tuhan,” ujarnya.

Sementara itu, Sangputri Sidik, M.Pd., menegaskan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan, masyarakat, dan sektor industri sangat penting dalam membangun kesadaran sosial terhadap isu-isu lingkungan yang semakin mendesak.

“Gerakan seperti ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga menanam nilai kepedulian sosial, gotong royong, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup,” ungkapnya.

Menurut kedua ketua program studi tersebut, keterlibatan kampus dalam kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk hadir secara langsung dalam memberikan kontribusi nyata terhadap persoalan sosial dan lingkungan.

Program ini juga mendapat sambutan positif dari Kepala Desa Rumbia yang mengapresiasi sinergi antara perguruan tinggi, Yayasan Batu Karang, dunia industri, dan masyarakat desa. Penanaman pohon dilakukan di beberapa titik strategis untuk membantu penghijauan kawasan, mencegah abrasi, menjaga kelestarian lingkungan pesisir, serta menciptakan ruang hijau yang bermanfaat bagi masyarakat.

Partisipasi aktif masyarakat Desa Rumbia menjadi bukti bahwa kesadaran lingkungan dapat tumbuh melalui kolaborasi yang baik antara semua pihak. Masyarakat berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Melalui kegiatan ini, Prodi PGMI IAIN Manado dan Prodi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Manado menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup, penguatan nilai ekoteologi, sekaligus memperkuat hubungan antara kampus, masyarakat, dan sektor industri melalui aksi nyata yang berdampak positif bagi pembangunan sosial dan ekologis.

Post a comment

Your email address will not be published.

Related Posts