Tomohon – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) IAIN Manado melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan bertema “Sekolah Hijau Madrasah: Edukasi Lingkungan dan Pengelolaan Sampah di Madrasah Ibtidaiyah” yang bekerja sama dengan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Tomohon dan Pupuk Indonesia, Selasa (21/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Halaman Pesantren Hidayatullah Tomohon ini diikuti oleh guru, tenaga pendidik, siswa, serta masyarakat sekitar yang memiliki perhatian terhadap isu lingkungan dan pendidikan berkelanjutan. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga lingkungan sekolah melalui pengelolaan sampah yang baik dan penerapan konsep sekolah hijau.

Ketua Prodi PGMI IAIN Manado, Ilham Syah, M.Pd., hadir sebagai Narasumber I. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa madrasah memiliki peran strategis dalam menanamkan karakter peduli lingkungan sejak usia dini.

Sebagai bentuk implementasi program Sekolah Hijau Madrasah, dilakukan pula pembuatan taman mini di lingkungan pesantren sebagai sarana edukasi sekaligus ruang hijau yang mendukung kenyamanan belajar. Taman mini ini diharapkan menjadi media pembelajaran kontekstual bagi siswa untuk mengenal pentingnya penghijauan, menjaga tanaman, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap alam sejak dini.

Selain itu, dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih tertib dan berkelanjutan, juga dilakukan pengadaann sampah yang ditempatkan di beberapa titik strategis di area madrasah dan pesantren. Penyediaan bak sampah ini bertujuan untuk membiasakan siswa, guru, dan seluruh warga sekolah agar membuang sampah pada tempatnya serta memudahkan proses pemilahan antara sampah organik dan anorganik.

Ilham Syah menegaskan bahwa langkah sederhana seperti menghadirkan taman hijau dan fasilitas tempat sampah yang memadai merupakan bagian penting dalam membangun budaya sekolah yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Menurutnya, perubahan besar selalu dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. “Madrasah bukan hanya tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat pembentukan karakter. Melalui konsep Sekolah Hijau Madrasah, kita ingin menanamkan kebiasaan hidup bersih, disiplin, dan cinta lingkungan kepada peserta didik sejak dini,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pendidikan lingkungan harus menjadi bagian dari budaya sekolah, bukan sekadar program sesaat. Menurutnya, guru memiliki peran sentral sebagai teladan dalam membangun kebiasaan positif di lingkungan madrasah.

Narasumber II, A. Surianti, S.Pd., M.Pd., sebagai praktisi pendidikan, turut memberikan materi mengenai pengelolaan sampah berbasis sekolah. Ia menjelaskan pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik serta penerapan program sederhana seperti bank sampah, Jumat Bersih, dan gerakan menanam pohon.

“Jika siswa dibiasakan sejak kecil untuk menjaga kebersihan dan memahami manfaat pengelolaan sampah, maka mereka akan tumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan,” jelasnya. Pihak Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Tomohon menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pengembangan masyarakat.

Dukungan dari Pupuk Indonesia juga menjadi bentuk sinergi antara dunia industri dan lembaga pendidikan dalam mewujudkan sekolah yang sehat, bersih, dan berwawasan lingkungan. Kegiatan berlangsung dengan antusias, ditandai dengan sesi diskusi interaktif, praktik sederhana pengelolaan sampah, serta komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan madrasah yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Melalui pelatihan ini, Prodi PGMI IAIN Manado berharap dapat terus mendorong lahirnya madrasah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga menjadi pelopor dalam menjaga kelestarian lingkungan dan membangun generasi masa depan yang berkarakter peduli bumi.

Post a comment

Your email address will not be published.

Related Posts