Manado — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh sivitas akademika Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Ketua Prodi PGMI, Ilham Syah, dinyatakan lolos sebagai penerima pendanaan riset dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program kajian kebudayaan.

Riset yang dinyatakan lolos tersebut berjudul “Kajian Nilai-Nilai Lokal dalam Tradisi Mapalus sebagai Warisan Budaya Sosial Masyarakat Minahasa”. Penelitian ini berfokus pada penggalian, pendokumentasian, serta analisis nilai-nilai sosial, gotong royong, solidaritas, dan kebersamaan yang terkandung dalam tradisi Mapalus, sebagai salah satu warisan budaya takbenda masyarakat Minahasa.

Ilham Syah menjelaskan bahwa Mapalus bukan sekadar praktik kerja bersama, tetapi mengandung nilai-nilai pendidikan sosial yang relevan dengan kehidupan masyarakat modern.

“Tradisi Mapalus mencerminkan kearifan lokal yang mengajarkan kerja sama, tanggung jawab sosial, dan persatuan. Nilai-nilai ini sangat penting untuk diwariskan kepada generasi muda, termasuk melalui pendidikan formal,” ujarnya.

Lebih lanjut, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik sekaligus rekomendasi kebijakan dalam upaya pelestarian budaya lokal, serta memperkuat identitas budaya Minahasa di tengah arus globalisasi.

Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen Prodi PGMI dalam mengembangkan riset berbasis kearifan lokal dan budaya Nusantara, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemajuan kebudayaan nasional.

Capaian tersebut juga diharapkan dapat memotivasi dosen dan mahasiswa PGMI untuk terus aktif dalam kegiatan penelitian, pengabdian masyarakat, serta pelestarian nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Post a comment

Your email address will not be published.

Related Posts