Manado — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) IAIN Manado. Dalam Lomba Dakwah Perdamaian Tokoh Muda Lintas Agama bertajuk “Pitutur Cinta” yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT), mahasiswa PGMI IAIN Manado berhasil meraih Juara 1, Juara 2, dan Juara 3 sekaligus.

Lomba ini mengusung tema “Dakwah Perdamaian Tokoh Muda Lintas Agama” dengan tujuan menumbuhkan narasi dakwah yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada penguatan nilai-nilai perdamaian serta toleransi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Capaian ini semakin istimewa karena seluruh peraih juara merupakan mahasiswa semester 1, sehingga menjadi prestasi awal yang sangat membanggakan bagi Prodi PGMI dan IAIN Manado secara umum.

Adapun mahasiswa PGMI IAIN Manado yang berhasil meraih prestasi tersebut adalah:

  • Juara 1: Nazia Mokoginta
  • Juara 2: Diva Ayudia
  • Juara 3: Anggraini Adham

Perlombaan dilaksanakan melalui pembuatan video dakwah perdamaian, yang kemudian diunggah melalui tautan resmi panitia BNPT–FKPT. Penilaian dilakukan oleh dewan juri dengan mempertimbangkan substansi pesan, kreativitas penyajian, serta kekuatan narasi dakwah yang menonjolkan nilai-nilai perdamaian dan toleransi lintas agama.

Penghargaan kepada para pemenang diserahkan secara langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Utara, Johnny Alexander Suak (Joni Suak), pada Senin, 22 Desember 2025, bertempat di ruang kerja Kepala Kesbangpol Provinsi Sulawesi Utara. Para pemenang menerima plakat penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menyuarakan pesan dakwah perdamaian.

Ketua Program Studi PGMI IAIN Manado, Ilham Syah, M.Pd, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas prestasi yang diraih para mahasiswa dan Dosen Pengampu Mata Kuliah Agama dan Sains serta Ilmu Sosial Budaya Dasar bapak Taufiq, M.Pd.I.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa PGMI IAIN Manado sejak semester awal telah memiliki kesadaran moderasi beragama yang kuat. Kami sangat mengapresiasi semangat, kreativitas, dan keberanian mahasiswa dalam menyampaikan pesan dakwah yang damai, inklusif, dan menyejukkan. Ini menjadi bukti bahwa Prodi PGMI berkomitmen mencetak calon pendidik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan nilai kebangsaan,” ujarnya.

Prestasi tersebut menegaskan peran strategis mahasiswa PGMI IAIN Manado sebagai agen perdamaian dan moderasi beragama, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi keagamaan Islam dalam membangun harmoni sosial, toleransi, dan kebhinekaan di tengah masyarakat Indonesia.

Post a comment

Your email address will not be published.

Related Posts